Fakultas Hukum UNESA Resmikan Program “Fakultas Hukum Berdampak” di Kecamatan Sukomoro, Perkuat Kolaborasi untuk Mendukung Pencapaian SDGs
Magetan, 7 Juli 2026 - Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (UNESA) secara resmi membuka Program Fakultas Hukum Berdampak di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, pada Selasa, 7 Juli 2026. Program ini menjadi langkah awal implementasi pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian sebagai wujud komitmen Fakultas Hukum UNESA dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan hukum dan tata kelola pemerintahan desa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sukomoro tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum UNESA beserta jajaran pimpinan fakultas, Camat Sukomoro, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), 9 (sembilan) kepala desa se-Kecamatan Sukomoro, perwakilan Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Magetan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magetan, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta 48 (empat puluh delapan) mahasiswa Fakultas Hukum UNESA yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan program di lapangan.
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor, Fakultas Hukum UNESA turut mengundang berbagai mitra profesional, mulai dari kantor hukum (law firm), kantor notaris dan PPAT, advokat, hingga praktisi hukum dari berbagai bidang. Keterlibatan para mitra ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan dunia profesi dalam menghadirkan solusi hukum yang aplikatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UNESA, Arinto Nugroho, S.H., S.Pd., M.H. menegaskan bahwa Program Fakultas Hukum Berdampak merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat melalui kolaborasi multipihak.
“Melalui Program Fakultas Hukum Berdampak, kami ingin memastikan bahwa kehadiran perguruan tinggi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dosen, mahasiswa, pemerintah, praktisi hukum, tokoh agama, dan tokoh masyarakat bersama-sama membangun ekosistem kolaboratif untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dekan.

Apresiasi juga disampaikan oleh Camat Sukomoro yang menyambut baik inisiatif Fakultas Hukum UNESA dalam memilih Kecamatan Sukomoro sebagai lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, dan praktisi hukum merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan berbagai program yang dijalankan dalam Fakultas Hukum Berdampak. Program tersebut meliputi pendampingan penyusunan produk hukum desa, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan literasi hukum masyarakat, transformasi digital pelayanan publik, penyelesaian permasalahan hukum secara partisipatif, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis hasil penelitian. Melalui berbagai program tersebut, Fakultas Hukum UNESA berharap dapat mendorong terwujudnya desa yang adaptif, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para praktisi hukum. Dalam kesempatan tersebut, peserta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing, mulai dari penyusunan regulasi desa, pengelolaan aset, administrasi pemerintahan, penyelesaian sengketa sosial, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik. Berbagai masukan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan agenda pendampingan yang dilaksanakan oleh tim dosen bersama mahasiswa dan para mitra profesional.

Keterlibatan 48 (empat puluh delapan) mahasiswa Fakultas Hukum UNESA dalam program ini juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan project-based learning. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam memberikan pendampingan hukum, tetapi juga mengembangkan kompetensi profesional, kemampuan kepemimpinan, serta kepedulian sosial sebagai bekal dalam menghadapi tantangan di dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Program Fakultas Hukum Berdampak, Fakultas Hukum UNESA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemerintah, dunia profesi, dan berbagai pemangku kepentingan.
𝑽𝒊𝒔𝒊𝒕 𝒖𝒔 𝒐𝒏
Instagram : fhukum.unesa
Website : fh.unesa.ac.id
Tiktok : fhunesaofficial
Youtube : Fakultas Hukum UNESA Official
#FakultasHukumUnesa
#PKMBerdampak
#unesasatulangkahdidepan
#bersamabisabekerjasama
#indonesiaemas2045
Editor: Badriyatul Muniroh
Share It On:

