FH Unesa Gelar International Community Service di Magetan: Dorong Tata Kelola Desa Berkelanjutan dan Kelembagaan Tangguh
Magetan, 7 Juli 2026 - Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali mempertegas komitmennya dalam menghadirkan kepakaran akademis yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui implementasi kinerjanya di tingkat internasional, FH Unesa sukses menyelenggarakan kegiatan International Community Service bertajuk "Strengthening Community Resilience through Good Governance and Sustainable Development: Lessons from Indonesia and the Netherlands" yang dipusatkan di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan.
Kegiatan bernilai strategis ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum Unesa, Arinto Nugroho, S.H., S.Pd., M.H., serta dipandu oleh dosen Hukum Unesa, Rendy Airlangga, S.H., M.H., selaku moderator. Forum akademis-praktis ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Sascha Hardt, LL.M., pakar hukum tata negara dari Maastricht University, Belanda, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimca Sukomoro, Camat Sukomoro, para lurah, kepala desa, serta jajaran perangkat desa se-Kecamatan Sukomoro.

Integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Agenda SDGs
Penyelenggaraan pengabdian masyarakat bertaraf internasional ini dirancang sebagai sarana pengintegrasian penuh aspek-aspek utama Tri Dharma Perguruan Tinggi:
Pengabdian kepada Masyarakat (Community Service): Mentransfer literasi dan wawasan hukum tata kelola pemerintahan yang responsif dan akuntabel guna meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa/kelurahan.
Penelitian Komparatif (Comparative Legal Studies): Mengkaji secara mendalam diskursus hukum tata negara mengenai model desentralisasi di Jerman dan Belanda, serta dinamika hubungan pemerintah pusat dan daerah di Indonesia.
Pengajaran dan Edukasi Publik (Teaching & Public Education): Membuka ruang dialektika akademis yang edukatif bagi para pemangku kebijakan di tingkat lokal.
Selain wujud penyelarasan Tri Dharma, giat ini secara konkret mendukung pencapaian indikator Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan tata kelola pemerintahan lokal yang bersih (good governance), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui jejaring kolaborasi lintas negara bersama pakar dari Maastricht University.

Mengejawantahkan Nilai-Nilai Ke-Unesaan di Tapak Daerah
Dalam sambutan pembukanya, Dekan FH Unesa, Arinto Nugroho, S.H., S.Pd., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan civitas akademika FH Unesa di Kecamatan Sukomoro merupakan cerminan nyata dari nilai-nilai luhur ke-Unesaan yang melandasi setiap gerak langkah universitas:
"Kehadiran FH Unesa di tengah masyarakat Sukomoro bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari manifestasi nilai ke-Unesaan. Melalui prinsip Growing with Character, kita berikhtiar memperkuat karakter kepemimpinan aparat desa yang berintegritas. Prinsip Satu Langkah di Depan kita buktikan dengan menghadirkan wawasan perbandingan hukum internasional langsung ke tataran pimpinan lokal. Semua ini dapat terwujud berkat semangat Bersama Bisa Bekerja Sama antara akademisi, pemerintah daerah, dan mitra internasional," tegas Arinto Nugroho.
Dialog Komparatif Sistem Desentralisasi
Pada sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif yang dipandu oleh Rendy Airlangga, S.H., M.H., pembahasan berfokus pada diferensiasi struktur ketatanegaraan serta efektivitas model desentralisasi di Belanda, Jerman, dan Indonesia.
"Diskusi komparatif ini memberikan horizon baru bagi para kepala desa dan perangkat daerah. Meskipun sistem hukum ketatanegaraan antarnegara memiliki karakteristik berbeda, prinsip-prinsip fundamental good governance seperti transparansi, partisipasi publik, serta akuntabilitas berlaku secara universal. Poin-poin inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan masyarakat desa (community resilience) yang berkelanjutan," jelas Rendy Airlangga selaku moderator usai memandu jalannya dialog.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya ruang tanya jawab yang memanfaatkan momentum ini untuk mengorelasikan teori tata kelola pemerintahan global dengan tantangan praktis perumusan kebijakan publik di tingkat desa/kelurahan.
Melalui keberhasilan agenda pengabdian internasional ini, Fakultas Hukum Unesa kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi hukum yang tidak hanya unggul dan berdaya saing global, namun tetap berakar kuat dalam memberikan asas kemanfaatan bagi kemajuan masyarakat di daerah.
𝑽𝒊𝒔𝒊𝒕 𝒖𝒔 𝒐𝒏
Instagram : fhukum.unesa
Website : fh.unesa.ac.id
Tiktok : fhunesaofficial
Youtube : Fakultas Hukum UNESA Official
#FakultasHukumUnesa
#InternationalCommunityService
#unesasatulangkahdidepan
#bersamabisabekerjasama
#indonesiaemas2045
Editor: Badriyatul Muniroh
Share It On:

