KETIKA PESONA BERTEMU INTELEKTUALITAS: PUTERA PUTERI JUSTICIA 2025
Surabaya, 24 September 2025 - Cahaya lampu dan sorak-sorai penonton menjadi saksi lahirnya generasi baru Putera Puteri Justicia 2025. Grand Final bukan hanya ajang penobatan, tetapi juga momentum bersejarah yang menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mampu memadukan kecerdasan intelektual, keanggunan, serta komitmen untuk mengemban nilai-nilai keadilan.
Hasil dari proses seleksi dan penjurian yang ketat akhirnya melahirkan para pemenang yang layak menyandang gelar Putera Puteri Justicia 2025:
Winner: Putera Hikam (2024) dan Puteri Anisah (2024)
Runner Up 1: Putera Syafii (2024) dan Puteri Eca (2024)
Runner Up 2: Putera Ichal (2025) dan Puteri Badriya (2023)
Putera Puteri Berbakat: Putera Alham (2025) dan Puteri Naysilla (2025)
Putera Puteri Intelegensia: Putera Rafa (2024) dan Puteri Weni (2024)
Ajang ini bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai pemenang, tetapi tentang bagaimana para finalis menyiapkan diri menjadi teladan. Selama karantina, para finalis dibekali dengan beragam materi seperti pengetahuan tentang UNESA dan Fakultas Hukum UNESA, public speaking, leadership, problem solving, hingga latihan intensif agar mampu tampil maksimal di Grand Final.

Di balik sorotan panggung, para pemenang menyimpan kisah dan refleksi berharga.
Putera Syafii, Runner Up 1, menuturkan:
“Selama masa karantina, banyak hal yang saya dapatkan, mulai dari pengetahuan seputar UNESA, kemampuan public speaking, hingga problem solving. Tidak hanya itu, saya juga mendapatkan pengalaman berharga melalui berbagai latihan yang membekali kami agar dapat tampil maksimal di hari H. Alhamdulillah, saya diberi amanah sebagai Runner Up 1. Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa nama Fakultas Hukum UNESA dan menjadi representasinya.”
Ia pun berpesan:
“Mari kita bersama-sama berkolaborasi demi Fakultas Hukum yang lebih baik.”

Tak kalah berkesan, Puteri Eca, Runner Up 1, menceritakan perjalanannya selama karantina:
“Mengikuti rangkaian karantina Putera Puteri Justicia 2025 merupakan pengalaman berharga yang penuh pembelajaran. Tidak hanya tentang wawasan ke-unesa-an, Fakultas Hukum, dan kepemimpinan, tetapi juga tentang bagaimana membangun relasi, bekerja sama, serta mengasah kepercayaan diri. Setiap sesi karantina memberikan kesempatan untuk berkembang, baik secara akademis maupun personal. Menjadi Runner Up 1 Puteri Justicia adalah sebuah kehormatan yang mengingatkan saya bahwa pencapaian bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses perjuangan dan nilai-nilai yang dipetik sepanjang perjalanan.”
Ia juga menitipkan pesan penuh motivasi:
"Kita sebagai mahasiswa hukum memiliki peran besar sebagai wajah intelektual dan suara keadilan. Jangan pernah takut untuk berproses, mencoba hal-hal baru, dan mengekspresikan diri dengan karya. Mari kita bersama-sama menjaga integritas, memperkuat solidaritas, serta terus berkontribusi positif, baik di dalam maupun di luar kampus. Percayalah, setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini akan memberi dampak besar bagi masa depan Fakultas Hukum KEREN, UNESA satu langkah di depan.”

Sementara itu, Puteri Badriya, Runner Up 2, menggambarkan pengalamannya sebagai perjalanan keluar dari zona nyaman:
“Bagi saya, mengikuti Putera Puteri Justicia bagaikan melangkah jauh dari zona nyaman. Tuntutan menjadi role model atau representasi dari Fakultas Hukum UNESA bukanlah hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus dilalui dan dihadapi, termasuk tantangan untuk terus memperbaiki diri agar benar-benar pantas disebut sebagai role model. Sebab, ini bukan sekadar tentang memiliki sebuah titel, melainkan bagaimana kita mampu benar-benar menjadi teladan bagi mahasiswa Fakultas Hukum lainnya.
Bahkan, pada hari pertama karantina saya sempat terjatuh hingga kaki terluka. Namun, rasa sakit itu seolah tertutupi oleh kebahagiaan yang saya peroleh sepanjang hari. Lalu, pada hari ketiga karantina, saya kembali diuji dengan kondisi kesehatan, suara saya sempat hilang. Meski demikian, hal itu sama sekali tidak mampu mengurangi kebahagiaan dan semangat yang saya rasakan selama menjalani proses ini.”
Dengan penuh semangat, ia menitipkan pesan inspiratif:
“Untuk rekan-rekan mahasiswa Fakultas Hukum UNESA, bagaimana kita bisa tahu bahwa kita tidak mampu, jika kita bahkan belum pernah mencoba? Sering kali, satu langkah kecil yang berani justru mampu mengubah seluruh perjalanan hidup kita. Perlu juga diingat, hidup adalah tentang pilihan. Setiap pilihan membawa konsekuensi dan tanggung jawabnya masing-masing. Maka, ketika sudah berani memilih, jalani dengan sepenuh hati, ikhlas, dan totalitas.”

Prestasi tidak pernah lahir dari kebetulan, tetapi dari proses panjang, tekad yang tak kenal menyerah, dan keberanian untuk melampaui batas diri. Putera Puteri Justicia 2025 menjadi saksi lahirnya inspirasi baru bagi mahasiswa Fakultas Hukum. Dari sinilah, kita tahu bahwa UNESA senantiasa menjadi #RumahParaJuara.
#FakultasHukumUnesa
#FHKEREN
#ThisisFH
#unesasatulangkahdidepan
#bersamabisabekerjasama
#indonesiaemas2045 𝑽𝒊𝒔𝒊𝒕 𝒖𝒔 𝒐𝒏 Instagram : fhukum.unesa Website : fh.unesa.ac.id Tiktok : fhunesaofficial Youtube : Fakultas Hukum UNESA Official Penulis : Badriyatul Muniroh
Share It On: